Tadabur Alam PPS Al-Jawahir 2018 dari Cirebon, Demak, hingga Jogjakarta

PPS Al-Jawahir (07/11/18)

PPS Al-Jawahir kembali melaksanakan program tahunan, yakni wisata ziarah dan tadabur alam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, program wisata ziarah ini memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Tahun lalu PPS Al-Jawahir mengadakan wisata ziarah ke Pamijahan dan tadabur alam ke Pangandaran. Tahun ini kembali memilih daerah Jawa Tengah, yakni Demak dan sekitarnya.

Selain wisata ziarah, santri diajarkan untuk melihat keindahan alam semesta ciptaan Allah SWT dan mempelajari berbagai sejarah Islam yang dahulu disebarkan oleh para Wali Allah di pulau Jawa.Dengan ini, santri dapat menerawang ke belakang dan mentafakuri perjuangan Islam di pula Jawa umumnya di Indonesia.

Berikut perjalanan kami dari awal hingga akhir wisata religi 2018 :

  1. Pimpinan PPS AL-Jawahir memimpin ziarah di makam Sunan Gunung Djati, Cirebon.

    Perjalanan dari kota Soreang pukul 00.00 dan tiba di makam Sunan Gunung Djati pukul 05.00 WIB. Sebelum memasukki kawasan makam, para santri dan jama’ah melaksanakan shalat berjama’ah Shubuh.

 

 

 

 

 

 

2. Dari Cirebon, jama’ah melanjutkn perjalanan menuju Pekalongan dan tiba di kota batik tersebut pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan berziarah di makam Alhabib Ahmad bin Tholib Alatas, Pekalongan.

 

 

 

3. Melanjutkan perjalanan dari Pekalongan pukul 11.30 WIB menuju Kota Demak dan tiba pukul 16.30 WIB. Sebelum berziarah ke makam Kesultanan Demak, kami berkesempatan mengunjungi

museum Kesultanan Demak dan dipandu langsung oleh pemandu dan petugas di Kom[lek Masjid Demak tersebut.

 

 

 

 

 

 

4. Setelah menziarahi para Raja Islam di Demak, kami dan jama’ah melanjutkan perjalanan menuju Kadilangu, sekitar 2 km dari masjid Demak. Di sana kami mengunjungi Waliyullah yaitu Sunan Kalijaga.

 

 

 

 

 

5. Masih di hari yang sama, setelah selesai berziarah di makam sunan Kalijaga kami melanjutkan perjalanan menuju kota Kudus dan menginap di sana. Kami pun melanjutkan berziarah pada pagi harinya. Ahad, 04/11 kami melanjutkan berziarah ke makam Sunan Kudus.

6. Selanjutnya santri dan jama’ah melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Di sana menjadi tempat terakhir yang kami ziarahi, yaitu makam Auliya Allah yang terletak di Gunung Pring, Muntilan Magelang. Para penyebar agama Islam di sana adalah keturunan Raja Brawijaya ke-5.

 

7. Di akhir rihlah, kami dan para jama’ah mengunjungi salah satu keajaiban dunia, yaitu Candi Borobudur yang terletak di kota Magelang JawaTengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + twelve =