Ajib! Meriahkan HUT RI PPS Al-Jawahir Adakan Belasan Lomba Tiga Hari berturut-Turut

PPS Al-Jawahir (19/08/17)

17 Agustus tahun 1945 adalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hari dimana proklamasi disuarakan dengan lantang oleh presiden RI pertama yaitu Soekarno-Hatta. Tentunya kemerdekaan ini tidak mungkin didapat dengan mudah, karena pasti memerlukan perjuangan dan pengorbanan dari para pahlawan demi melihat negara Indonesia merdeka dari penjajahan. Banyak cara untuk memperingati dan menyambut hari dirgahayu Republik Indonesia. Biasanya memasuki bulan Agustus, sudah mulai mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumah kita. Atau dengan cara menyelenggarakan acara kegiatan agustusan seperti panjat pinang, balap karung dan sebagainya. Itulah bentuk penghormatan atas perjuangan para Pahlawan Bangsa Indonesia.

Dalam rangka memeriahkan HUT RI, PPS Al-Jawahir mengadakan lomba-lomba seperti pada umumnya. Namun, tak tanggung-tanggung selama tiga hari terhitung dari tanggal 17-19 Agustus. Bukan tanpa alasan belasan lomba selama tiga hari berturut-turut tersebut diadakan, dengan landasan semangat perjuangan 45 seperti yang telah dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan negeri ini.

Berikut lomba-lomba yang telah diadakan di PPS Al-Jawahir :

  1. Lomba Makan Kerupuk

Peserta lomba makan kerupuk berusaha menggapai kerupuk yang dipegang oleh panitia lomba.

Lomba makan kerupuk merupakan lomba yang wajib ada dalam setiap gelaran lomba 17 agustus. Dibeberapa daerah malah ada lomba makan kerupuk sekalian sama nasi dan lauknya. Begitupun di PPS Al-Jawahir, agar lebih terasa nikmat, kerupuk ditambahi kecap manis. Selain itu, agar terlihat modern, dibeberapa wilayah di Jawa Timur justru menambahkan dengan sambal tabur diatas kerupuknya. Heem kreatif sekali bukan?

 

 

2. Lomba Balap Karung

Peserta lomba balap karung memakai helm berusaha ngebut demi memenangkan lomba.

Selain lomba makan kerupuk, lomba balap karung merupakan lomba klasik yang masih disukai oleh semua orang. Perbedaan antara balap karung yang sekarang dengan jaman dulu adalah, pada beberapa tahun belakangan lomba balap karung menggunakan karung goni, sedangkan pada saat ini kebanyakan panitia menggunakan karung plastik (glangsi) untuk lomba favorit ini. Yang lebih menarik lagi, di sini para peserta memakai helm sepeda motor dalam mengikuti lomba tersebut, gokil!

 

3. Lomba Memasukkan Paku atau Pensil Kedalam Botol

Salah seorang peserta lomba berhasil memasukkan paku ke dalam botol.

Butuh kesabaran ekstra untuk mengikuti lomba memasukkan paku kedalam botol, hal ini dikarenakan posisi memasukkannya cukup sulit dengan melalui benang yang digantung dibelakang perut peserta. Uniknya pada beberapa daerah media yang digunakan seperti paku diganti dengan pensil, bolpoin ataupun bambu.

4. Lomba Panjat Pinang

Para peserta berusaha menaikki bambu panjat pinang yang sudah diolesi pelumas.

Apakah lomba agustusan paling sulit hingga saat ini? Semua pasti sepakat bahwa panjat pinang merupakan lomba paling sulit! Hal ini cukup wajar mengingat setiap pinang (pohon jambe) yang digunakan telah dilumuri dengan oli atau minyak goreng. Selain itu tingkat ketinggian pohon juga mempengaruhi sulitnya mendapatkan hadiah diperlombaan ini.

 5. Lomba Mecahkan Balon Berisi Air

Salah seorang peserta putri berhasil memecahkan balon air dengan mata tertutup.

Adakah yang pernah kena pukul peserta lain ketika mengikuti lomba pukul air ini? Jika Anda pernah mengalaminya, itu wajar karena semua peserta yang mengikuti lomba memecahkan balon berisi air ini matanya ditutup menggunakan selembar kain sehingga sangat menyulitkan. Selain itu biasanya balon bisa diganti juga dengan kendi ataupun plastik dengan berisikan air warna-warni.

 6. Lomba Tarik Tambang

Peserta berusaha tarik-menarik tambang yang telah ditengahi oleh wasit.

Lomba murah meriah berikutnya adalah lomba tarik tambang. Biasanya setiap grup diisi dengan 4-5 orang. Untuk memenangkan lomba tarik tambang ini sebenarnya cukup mudah, tempatkan anggota grup yang memiliki tenaga paling besar (biasanya yang paling gendut) dibagian depan bukan dibelakang, dialah “kunci” yang akan menahan dan menarik lawan dilomba klasik ini.

7. Lomba Balapan Bakiak

Peserta lomba Bakiak berusaha mendahului peserta lainnya, lomba ini membutuhkan kekompakkan tim.

Pernah lihat iklan rokok yang identik dengan jargon Ijo. . Ijo . . Ijo. . ?? Yap, setelah iklan tersebut membius pemirsa di Indonesia, pada setiap event lomba 17 Agustus selalu terdapat lomba balapan bakiak ini, butuh kekompakan untuk memenangkan lomba balapan ini. Usahakan selalu menjaga ritme agar kaki yang melangkah tidak terasa berat.

8. Lomba Sepakbola Sarung

Pemain sepak bola sarung berusaha mengoper bola pada rekannya.

Jangan pernah membayangkan akan terjadi hujan gol dipertandingan sepakbola sarung. Jangankan untuk memasukkan bola kedalam gawang, untuk menendang bola saja para pemain akan kesulitan, bahkan jika para pemain yang berkompetisi di Liga Inggris seperti Wayne Rooney (MU), Firminho (Liverpool), Diego Costa (Chelsea) mau berpartisipasi, dijamin mereka akan kesulitan mencetak gol.

9. Lomba Perang Bantal

Salah seorang peserta terkena pukulan lawannya dan berusaha bertahan agar tidak terjatuh.

Adakah lomba 17-an yang paling sulit dimenangkan selain panjat pinang? Ada, yaitu perang bantal. Lomba perang bantal ini bukan dilaksanakan diatas kolam berisi genangan air berlumpur, perang bantal ala PPS Al-Jawahir ini sangat ramah lingkungan, dengan menggunakan kasur busa di bawahnya, sehingga peserta yang kalah dan terjatuh tidak akan merasakan jijiknya lumpur. Setiap peserta dimodali satu bantal atau guling yang telah dibasahi terlebih dahulu, hal ini tentu akan menambah beban bagi peserta karena harus membagi konsentrasi agar tidak terjatuh ke bawah.

10. Lomba Balap Egrang

Peserta Egrang berusaha berjalan cepat demi memenangkan perlombaan.

Lomba balap egrang merupakan lomba yang membutuhkan konsentrasi tinggi agar keseimbangan badan tetap terjaga. Dalam beberapa perlombaan, egrang di kombinasikan dengan pertandingan sepakbola dan lomba makan kerupuk, semua menggunakan engrang sebagai media berjalan agar terlihat unik dan menarik.

11. Lomba Tok-Tak

Raket dalam lomba tok-tak lebih kecil dari pada raket badminton, membuat peserta harus lebih akurat membidik kok.

Mungkin untuk daerah luar Bandung agak asing dengan nama lomba yang satu ini. Tapi, lomba ini tidak asing kok. Yap, ini lomba sama seperti Bulu tangkis atau badminton. Aturannya pun sama. Namun, yang membedakan adalah raketnya. Ya, raket tok-tak ini terbuat dari kayu yang tipis dengan diameter kepalanya sekitar 10-15 cm. Dengan diameter yang kecil dan tidak biasa ini, tentu saja peserta agak susah untuk membidik dan memukul kok (shuttlrcock)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + eighteen =